Resensi Buku Puisi “iaku” Karya Ari Kpin Bertamasya Tanpa Harus Keliling Kota


Judul                : iaku
Penulis             : Ari Kpin
Cetakan           : I (Pertama), September 2018
Penerbit           : Rumput Merah
Tahun Terbit    : 2018
Tebal buku      : 112 halaman (99 judul puisi)
ISBN               : 978-602-60309-3-1

Puisi merupakan kata-kata yang terindah dalam susunan terindah. Penyair memilih kata-kata yang setepatnya dan disusun secara sebaik-baiknya, misalnya seimbang, simetris, antara satu unsur dengan unsur lain sangat erat berhubungannya, dan sebagainya.

Kecakapan penyair dalam menumpahkan segala sesuatunya pada kata-kata, menjadi rintikan hujan yang menghujani semangat berpuisi. Ari Kpin merupakan penulis buku iaku yang merupakan sosok sastrawan juga musisi yang namanya cukup besar di kalangan penikmat sastra dengan karya-karyanya, baik puisi karyanya sendiri ataupun musikalisasi puisi yang diarangsemennya menjadi puisi bernada indah telah berhasil membuat mabuk para penikmat sastra dan menikam semua yang masuk mengiringi alunan nada-nada puisinya. Keahliannya mampu membuat mabukem penikmat sastra, telah mendorongnya untuk mendirikan sebuah sanggar sastra yang bernama Sanggar Ari Kpin yang membina siswa, mahasiswa, dan masyarakat umum dalam bidang kepenulisan, musik dan tentunya juga sastra yang membuat semangat bersastra semakin menjadi.
            Pura-pura
            aku tak ingat
            perasaan bahagia itu
            bagaimana rasanya

            namun
            aku sangat mengenal
            yang namanya rasa sakit

            bahagia
            baru sebatas kata
            yang mudah kuucapkan

            dan kupikir
            cukup lihai pula kuperankan
            hingga kau tak menyadari kepura-puraanku

            2018

Salah satu contoh puisi dengan diksi yang ringan, gaya bahasa yang mudah dipahami, tidak berbelit-belit, tetapi tersirat makna dan kesan yang sangat mendalam bagi pembacanya. Terlebih jika pembaca sedang berada disposisi seperti itu . Diksinya serasa tepat mengena di hati walaupun diksi yang digunakan cukup sederhana.
Dalam beberapa puisi pada buku ini terdapat diksi yang unik yakni berbahasa daerah, Sunda yang digabungkan dengan bahasa Indonesia. Mungkin ini sebagai pengaruh dari latar belakang penulisnya yang memang berasal dari tatar Sunda, Garut, Jawa Barat. Meski demikian, bagi penikmat sastra yang tidak memahami kosakata bahasa Sunda tidak perlu khawatir, pada setiap puisi yang mengandung kosakata bahasa Sunda terdapat catatan kaki agar memudahkan pembaca dapat memahami arti dari setiap katanya.
Setelah meninjau tema secara keseluruhan, Gagasan dan ide penulis cukup kuat ditonjolkan dalam pandangannya terhadap suatu hal. Penulis juga menggunakan Ketelitiannya dalam melihat sesuatu hingga menjadikan puisinya terasa hidup. Kelebihan yang terdapat pada buku puisi ini sangatlah banyak hinggat tak bisa dijabarkan satu per satu. Untuk kekurangannya nyaris tak bisa ditemukan karena begitu indahnya pusi yang menyentuh hati dan memabukkan itu. Seperti mengajak kita bertamasya di dunia kata-kata indah. Begitu membaca satu puisi saja, pasti akan timbul rasa penasaran ingin membaca puisi selanjutnya. Agar dapat mengobati rasa penasaran, tidaklah cukup hanya dengan membaca tulisan ini. Untuk lebih jelasnya lagi dapat bercengkrama langsung dengan buku yang penuh kata indah ini. Penasaran bukan? Silahkan temui buku ini dan rasakan sensasi bertamasya tanpa perlu keliling kota.

Comments

Popular posts from this blog

TAK TERDUGA DIREKTORAT DAPAT MENGALAHKAN UPI SUMEDANG HANYA DENGAN 4 ORANG DI EVENT PORDOSKA TAHUN 2018

PENGARUH NOVEL YANG DIADAPTASI MENJADI FILM “ASIH” TERHADAP GENRE FILM YANG TAYANG DI BIOSKOP PADA SEPTEMBER-OKTOBER 2018

JANCOK!