Posts

SIAPA YANG GILA?

SANGGAR SASTRA : SIAPA YANG GILA? Panggung Sandiwara yang Menggila           RABU (05/12/99) lalu di Dago Tea House, sebuah pementasan Sanggar Sastra dikemas dengan nuansa “gila” bak di rumah sakit jiwa. Kegilaan mulai terasa sejak saat memasuki ruangan tersebut mulai dari kursi penonton yang ditempeli tanda kursi pasien, hingga pembawa acara yang mengenakan kostum dokter RSJ. Setiap penonton diberi kipas plastik yang sudah digembari nama pemain dan semua crew yang terlibat dalam pementasan tersebut. Cukup bermanfaat memang untuk mengantisipasi keringat kegilaan yang akan mengucur ketika pementasan. Pasien-pasien berkeliaran dengan ocehan penuh misteri, ada yang cekikikan, menangis mengerang-erang, bertingkah laku seperti hewan. Pasien-pasien menghipnotis penonton seolah membuat gila semua orang yang menonton. Bagaimana tidak? Penonton malah terlihat seperti menggila cekikikan dengan lepasnya.         Seperti   Tempat pada um...

Cipta Cinta

Di Sore penuh gempita Eloknya jingga ikut menyapa Alam seakan menduga Ketika hati terkesima Untuk kesekian kalinya Sebut saja itu jatuh cinta Umpamanya bunga yang merona Merebakkan bulir pesona Antara pergantian jingga dan terangnya rembulan Pahit dalam cerita Umumnya dirasakan semua Tak terkecuali kita Rangkaian hati yang disusun berdua Akankah tersusun selamanya? 19 Februari 2017 Fingki Sintia Bulan dan Bintang Ada yang istimewa malam ini. Dari jendela ku lihat langit bergairah menyambutku. Bulan dan bintang pasrah menjatuhkan cahayanya ke bumi. Ku dengar keramaian berhembus ke telingaku Pernah ku berpikir menjadi orang lain itu sangatlah mudah, seperti menjiplak suatu gambar dari satu kertas ke kertas lainnya. Ku kira dengan begitu kau juga bermetamorfosis menjadi apa yg kuinginkan. Nyatanya setiap kutarik kau ke dalam inginku, malah semakin menjauh kau dalam kecewaku. Bila bulan saja pasrah menjatuhkan sinarnya ke bumi k...

Resensi Buku Puisi “iaku” Karya Ari Kpin Bertamasya Tanpa Harus Keliling Kota

Judul                : iaku Penulis               : Ari Kpin Cetakan            : I (Pertama), September 2018 Penerbit           : Rumput Merah Tahun Terbit    : 2018 Tebal buku       : 112 halaman (99 judul puisi) ISBN                : 978-602-60309-3-1 Puisi merupakan kata-kata yang terindah dalam susunan terindah. Penyair memilih kata-kata yang setepatnya dan disusun secara sebaik-baiknya, misalnya seimbang, simetris, antara satu unsur dengan unsur lain sangat erat berhubungannya, dan sebagainya. K ecakapan penyair dalam men umpahkan segala sesuatunya pada kata-kata, menjadi rintikan hujan yang m enghujani semangat berpuisi. Ari Kpin merupakan penulis buku iaku yang merupakan sosok ...

PENGARUH NOVEL YANG DIADAPTASI MENJADI FILM “ASIH” TERHADAP GENRE FILM YANG TAYANG DI BIOSKOP PADA SEPTEMBER-OKTOBER 2018

Fingki Sintia Bramanti S. Universitas Pendidikan Indonesia fingkisintia@student.upi.edu Akhir-akhir ini film dengan genre horor sedang berbondong-bondong menghiasi layar kaca bioskop Indonesia. Hal ini menjadi tanda kebangkitan kembali film horor Indonesia setelah sempat redup beberapa tahun lalu. Tidak hanya angka penonton yang fantastis, kualitas dari film horor Indonesia itu sendiri juga bisa dikatakan lebih baik daripada sebelumnya. Salah satu film horor Indonesia yang sukses menarik perhatian para penonton adalah “Asih”, sebuah film yang diadaptasi dari Novel karya Risa Saraswati. Film ini laris di bioskop karena film sebelumya yang diadaptasi karya Risa sendiri berkesan bagi para penonton. Novelnya saja sudah membuat pembaca ketakutan apalagi filmya. Novel “Asih” merupakan novel yang ditulis oleh Risa Saraswati dan diterbitkan oleh Kawah Media tahun 2017 dengan jumlah halaman 192 halaman. Letak keistimewaan tulisan Risa adalah dimana tulisannya selalu mengangkat tema cer...

JANCOK!

Image
Bagi orang Jawa mungkin tidak asing lagi dengan kata “jancok”, kata ini sangat terkenal khususnya di daerah Jawa Timur bahkan eksistensinya sudah merambat bukan hanya di lingkup Suku Jawa bahkan sudah merambat ke Suku Sunda. Tergantung dari sisi kita melihatnya, Jancuk adalah sebuah kata khas surabaya yang telah banyak tersebar luas hingga ke daerah luar kulonan bahkan luar kota dan pulau. warga jawa timur seperti malang dan lainnya turut andil dalam penyebaran kata ini. Makna asli kata Jancok sesuai dengan asal katanya yakni 'encuk' lebih mengarah ke kata kotor bila kita melihatnya secara umum. Biasanya, kata tersebut dipakai untuk menjadi kata Misuh dalam bahasa Jawa atau dalam bahasa indonesianya merupakan kata umpatan pada saat emosi meledak, marah atau untuk membenci dan mengumpat seseorang. Ada banyak varian kata Jancok , semisal jancuk, dancuk, dancok, damput, dampot, diancuk, diamput, diampot, diancok, mbokne ancuk (=motherfucker), jangkrik, jambu, jancik, hancuri...

TAK TERDUGA DIREKTORAT DAPAT MENGALAHKAN UPI SUMEDANG HANYA DENGAN 4 ORANG DI EVENT PORDOSKA TAHUN 2018

Image
-           Oktober 03, 2018 Bandung – Tim futsal dari Direktorat UPI dapat membekuk UPI Sumedang pada tanggal 3/10/2018 15.30 WIB di Gymnasium UPI. Penonton sangat tercengang saat melihat skor akhir dari pertandingan ini. Sebelum melawan UPI Sumedang, tim dari Direktorat UPI ini berhasil dikalahkan dengan mudah oleh tim UPT A yang dimana skor akhirnya yakni 6-2. Perlawanan dari Direktorat UPI sangatlah tidak imbang saat melawan UPT A. Tim Direktorat UPI hanya membawa 6 pemain (dengan 1 pemain cadangan) mungkin adalah salah satu kelemahan dari Direktorat UPI. Terlihat sekali wajah kelelahan saat pertandingan berlangsung. Pertandingan ke-dua pun berlangsung, disini sangat terlihat persiapan tim Direktorat UPI sangat jauh dari kata cukup. Saat wasit ingin memulai pertandingan tim dari Direktorat UPI hanya berjumlah 4 orang. “Mereka belum pada datang, masih ada acara diluar sana” kata Pak Sandey (salah satu pemain dari Direktora...